Assalamu'alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh :)
Salam
Ramadhan teman-temanku sekalian. Alhamdulillah tahun ini kita dapat bertemu
dengan bulan Ramadhan lagi. Siapa sih yang gak seneng ketemu sama bulan
Ramadhan, bulan suci yang penuh berkah? Pasti teman-teman sekalian sangat
menunggu bulan ini, bulan dimana kita diwajibkan berpuasa menahan lapar dan
dahaga serta nafsu kita. Dan yang paling kita tunggu-tunggu di saat bulan
Ramadhan adalah ... main mercon alias kembang api. Haha, kalo udah denger yang
namanya mercon atau kembang api, gak peduli berapapun usia kalian pasti
sepulang solat tarawih langsung cepet-cepet pulang ambil duit buat beli kembang
api bersama temen-temen. Begitu kembang api sudah disulut, tinggal nunggu deh
kembang apinya meluncur ke atas dannn... cuiittt daarrr. Kembang apinya berhasil
meledak permisah. Aduh, seneng deh liat langit malam yang banyak dihiasi
kembang api. Tapi hati-hati ya teman-teman kalo main kembang api. Kadangkala
temen-temen suka gak peduli tempat dimana seharusnya kita bisa bermain kembang
api. Kalau mainnya di lapangan terbuka sih, okelah bisa ditolerir. Tapi kalo
mainnya udah di gang-gang sempit rumah kalian, aduhh, itu bahaya banget.
Bisa-bisa kembang apinya salah meluncur dan mendarat di genteng rumah-rumah
warga. Udah tau kan apa yang akan terjadi selanjutnya? Jadi aku cuma mau pesen
aja, bolehlah kita main kembang api bersama teman-teman, apalagi pas lagi
punya duit banyak , hehe, tapi inget juga kalo kembang api terkadang bisa
menimbulkan bahaya jika kita gak mempergunakannya dengan benar. :)
Setelah
berbicara tentang main mercon alias kembang api, hal yang sangat kita
tunggu-tunggu saat puasa pasti adalah berbukanya. Seperti yang kita ketahui,
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa kita sebaiknya berbuka dengan
makan-makanan yang manis. Di zaman Rasulullah makanan manis yang dimaksud
tentulah adalah buah kurma. Saat itu buah kurma adalah buah yang harus, wajib
dan kudu ada di atas meja makan saat berbuka. Kalo jaman sekarang mah banyak
banget makanan dan minuman manis yang bisa kita jadikan untuk bahan berbuka. Contohnya
saja es teler, es doger, es campur, es buah, es degan dan salad buah. Selain
es-es di atas yang bikin air liur menetes dan menimbulkan hasrat untuk berbuka
sebelum pada saatnya alias mokel, ternyata masih banyak lagi makanan dan
minuman yang terpampang di pasar ta'jil menjelang adzan magrib. Nah,
ngomong-ngomong tentang pasar ta'jil, pasti di daerah kalian masing-masing juga
banyak terdapat pasar ta'jil. Pasar ta’jil hanya dapat kita temui pada saat
bulan Ramadhan. Bukanyapun juga pada saat menjelang Magrib. Pasar ta’jil ini
adalah pasar yang khusus menjual berbagai makanan dan minuman untuk berbuka
puasa. Di tempatku juga ada teman-teman. Namanya pasar ta'jil Ramadhan
Sawojajar. Yang namanya pasar ta’jil, pasar inipun tak pernah sepi oleh pengunjung.
Aku pernah sekali mengunjungi pasar ta'jil itu bersama teman-temanku.
Rencananya sih pingin cari bahan makanan untuk berbuka. Dan Alhamdulillah
rencana itupun berhasil. Kami dapat keluar dari pasar ta'jil itu dalam
keadaan selamat dan anggota tubuh yang masih lengkap. Sekali lagi kami sangat
bersyukur kepada Allah yang masih memberi kami kesempatan menghirup udara
setelah sebelumnya mati-matian berdesakan dalam kerumunan orang dalam pasar
ta'jil itu. Bisa kebayang kan berapa banyak orang yang memenuhi jalanan pasar
hanya untuk membeli ta'jil? Hal itupun pasti juga berlaku pada pasar-pasar
ta'jil lainnya. Fiuuhh. Meskipun begitu aku gak kapok pergi ke pasar ta'jil.
Selain dapat membeli makanan khas berbuka yang jarang aku temui pada
bulan-bulan lainnya, aku juga dapat ber-ngabuburit ria bersama teman-teman
sambil menunggu azan Magrib. Hehe.
Di bulan
Ramadhan ini kita pasti juga saling berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.
Seperti yang kita ketahui, bulan Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah.
Sekecil apapun perbuatan baik yang kita lakukan pada bulan Ramadhan ini, Allah
pasti akan melipat-lipat gandakan pahala untuk kita. Bulan Ramadhan adalah
bulan dimana Al-Qur’an untuk pertama kalinya diturunkan. Hal itu dinamakan
Nuzulul Qur’an. Surah yang pertama kali diturunkan saat itu adalah Surah
Al-Alaq ayat 1-9. Di bulan Ramadhan kita juga dapat menemui malam Lailatul Qadr
yang sering kita kenal sebagai malam seribu bulan. Malam Lailatul Qadr dapat
kita temui pada malam-malam ganjil bulan Ramadhan. Umat Muslim saling berlomba
membaca tadarus Qur’an pada malam Lailatul Qadr karena pada malam itu seluruh
Malaikat Allah turun ke bumi untuk mencatat seluruh amalan baik manusia. Sangat
disayangkan jika seorang Muslim tidak melakukan apa-apa pada malam Lailatul
Qadr. Mungkin kita berpikir bahwa menemukan malam seribu bulan sangatlah mudah.
Namun hanya diri kita sendiri yang dapat merasakan kapan malam itu benar-benar
terjadi. :) Jadi, apa kalian sudah menemukan malam Lailatul Qadr kalian,
teman-teman?
Bulan
Ramadhan kali ini aku sangat berharap Allah dapat menerima puasa dan seluruh
ibadahku. Kalian juga teman-teman, semoga Allah menerima seluruh ibadah kalian.
Amin. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar