31/07/13

Adit, Sepupu Favorit

Assalamu’alaikum.. J

Ada yang bilang punya adik itu gak enak, kita sebagai kakaknya harus selalu mengalah untuk adik. Tapi gak sedikit pula yang bilang kalo punya adik itu menyenangkan, contohnya saya. Saya gak bakal bilang seperti ini jika saya gak pernah merasakannya secara langsung. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara, adik saya setahun lebih muda dari saya. Dari kecil, saya dan adik saya tidak pernah tinggal bersama dalam satu rumah. Kami sudah terpisahkan sejak kami masih kecil yang alasannya masih belum bisa saya ceritakan sama kalian saat ini. J nah kalo gitu, gimana saya bisa bilang kalo punya adik itu menyenangkan sedangkan saya dan adik saya saja dari kecil tidak pernah tinggal bersama? Kebetulan memang dari kecil saya tinggal bersama ibu saya di rumah kakek nenek di Malang sementara ayah saya tinggal di kota lain karena orang tua saya sudah bercerai. Kakek nenek saya memiliki 7 orang anak yang masing-masing sudah memiliki anak semuanya, berkembanglah cucu-cucu kakek nenek saya dari yang satu orang menjadi delapan orang dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun terakhir. Yang namanya tinggal satu rumah sama kakek nenek, pastinya rumah itu menjadi tujuan utama berkumpulnya keluarga besar baik dari anak pertama sampai anak terakhir seraya membawa anak, suami, beserta istrinya saat sedang hari libur maupun hari raya. Dari situ pula saya dapat bertemu dengan adik saya beserta sepupu-sepupu saya lainnya. Dari sekian banyak sepupu-sepupu saya yang pernah berkunjung ke rumah kakek nenek saya, ada dua orang sepupu anak dari tante dan om saya yang sering datang ke rumah. Bahkan dalam seminggu mereka bisa berkunjung selama dua kali. Sepupu-sepupu saya itu bernama Dimas dan Adit.

Nah, kali ini saya akan bercerita tentang Adit yang merupakan adik dari Dimas. Nama lengkapnya Muhammad Aditya Ramadhan yang biasa kita panggil dengan  Adit. Adit ini adalah anak dari tante dan om saya, dan dia juga adalah cucu termuda dari kakek nenek saya (bisa jadi cucu terakhir kalo tante sama om saya gak niat bikin anak lagi. Muehehehe). Mengapa saya memilih bercerita tentang Adit tidak bersama dengan kakaknya, Dimas? Jawabannya selain Adit adalah sepupu saya yang paling muda, kebetulan dari lahir Adit ini memang sudah sangat dekat dengan saya.

Dilihat dari namanya, Adit memang lahir pada bulan Ramadhan 3 tahun yang lalu. Tau gak teman-teman yang ngusulin nama itu siapa? Saya. Ya, yang ngusulin nama Adit dari awal adalah saya, dan tante saya langsung setuju dengan nama itu karena katanya nama itu sangat bagus. Awalnya saya ngusulin nama Muhammad Raka Aditya. Tapi om saya gak mau soalnya nama Raka itu artinya gak bagus. Jadilah saya berpikir untuk kedua kalinya dan muncullah nama Muhammad Aditya Pratama. Nah yang ini bukan hanya om saya yang nolak, tante saya juga ikut-ikutan nolak soalnya nama Pratama itu cocoknya buat anak pertama sedangkan Adit merupakan anak kedua mereka. Padahal nama belakang itu senada sama nama kakaknya, Muhammad Dimas Prasetyo. Tapi karna banyak yang nolak, jadilah saya berpikir untuk ketiga kalinya mengenai nama yang bakalan cocok dan bagus untuk adik sepupu saya itu. saat itu Adit lahir saat siang hari, sekitaran jam 1. Tapi tante saya sudah ngerasaain mau melahirkan saat subuh dan tante saya menelepon saya saat saya baru saja sahur. Seketika itu saya jadi teringat kalau saat itu saya sedang berpuasa di bulan Ramadhan. Jadilah saya mengganti nama belakang Pratama itu menjadi Ramadhan sesuai dengan bulan Adit lahir. Dan untuk usulan ketiga saya itu baik om dan tante saya langsung setuju menerimanya sebagai nama dari anak kedua mereka. 

Saya memberi nama seperti itu bukan asal memberi tanpa tahu apa arti dari namanya. Muhammad, selain karena Dimas juga memiliki nama depan itu saya juga berharap jika nantinya baik Dimas maupun Adit dapat tumbuh menjadi pribadi yang sepenuhnya mencontoh nabi besar Muhammad SAW. Amin. Lalu Aditya, nama ini adalah gabungan dari Adi dan Setya yang artinya pemimpin yang setia. Dari nama itu saya berharap nanti ketika dewasa Adit bisa menjadi pemimpin sekaligus imam yang setia bagi keluarganya. Amin. Lalu yang terakhir Ramadhan. Seperti yang kita ketahui, Ramadhan merupakan salah satu nama bulan tahun Hijryah dan merupakan bulan suci yang penuh berkah dimana pada bulan itu, kita umat muslim diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh seraya berlomba-lomba melakukan amalan baik. nah dari ketiga serangkai nama-nama itu, jadilah Muhammad Aditya Ramadhan yang dapat saya simpulkan artinya: ‘Muhammad, pemimpin setia yang suci’. Nah, untuk itu saya berharap bukan hanya nama saja yang bagus dan berarti, saya juga berharap nantinya Adit dapat menjadi pribadi sesuai dengan arti namanya. J

Saat ini Adit berusia 3 tahun. Mulai saat ia lahir, saya sangat dekat dengannya. Semenjak Adit lahir, saya selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah tante dan om saya yang kebetulan tidaklah jauh dari rumah kakek nenek saya di Sawojajar, jaraknya sekitar 4 kiloan dari Sawojajar. Dari pertama melihat Adit, saya selalu memiliki keinginan untuk dekat dengannya. Saya selalu ikut campur tangan dalam masalah menyuapi makan, mandi, bahkan sampai tidurnya Adit. Yah yang namanya bayi, kalau gak ditangani ibunya langsung pasti sudah nangis sejadi-jadinya. Tapi hal itu tidak berlaku bagi saya. Adit jarang menangis jika saya bersama dengannya. Bahkan tante saya sering memberi kepercayaan kepada saya untuk menjaga Adit jika tante saya sedang pergi ke warung. Mulai saat itu kamipun semakin dekat hingga kini ketika ia berusia 3 tahun, Adit masih tetap dekat dengan saya.

Ini Adit baru beberapa bulan (saya lupa bulan ke berapa). Lucu ya? :3

Ihh, pipinya tu lhooh kaya bakpao. Gemes bangett.

Minta pipinya dong.. 

Ini umurnya hampir 1 tahun. Liat tu giginya mulai tumbuh. :3

Lagi belajar jalan pemirsahh.

Kalo kena panas ekspresinya lucu ya? :D

With his father :D

Ini udah umur 2 tahunan. Udah bisa makan camilan. 

Adit, pliss jangan berpose seperti itu, nak :/

Adit with his Mother. Umur hampir 3 tahun.
Kalo udah liat kamera langsung posenya berubah. :3

 Nah ini dia lagi liat mobil lewat. 'Kiri, kiri, majuu'. Yah, jadi tukang parkir :/


Seiring berjalannya waktu, Adit yang cengeng, Adit yang cerewet, Adit yang manja, sampai sekarang masihlah Adit yang sama. Apalagi kalo udah ketemu sama saya. Aduh, cengengnya, cerewetnya, manjanya gak ketulungan. Tapi meskipun begitu, Adit adalah sepupu favorit saya. Mudah-mudahan kalo dia udah besar nanti dia gak lupa dia pernah deket sama saya. Amin. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar