Meskipun aku belum pernah ke
Inggris, tapi aku udah punya impian buat pergi kesana. Sebenernya impian ini
baru aja datang sekitar seminggu yang lalu saat temenku tiba-tiba ngeBBM aku
ngajak kuliah disana. Well, sebenernya aku gak ada niatan pingin kuliah sih. tapi
berkat promosi temenku tentang Inggris itu, aku jadi ngiler pingin nglanjutin
kuliah disana.
Apalagi aku lagi demam British. Setiap
ada orang yang ngomongin tentang Inggris, tiba-tiba aku merasa pingin banget
ngunjungi kota tua itu. Selain itu, yang memotivasiku untuk pergi ke Inggris
lainnya adalah karena temen SDku, namanya Dita. Dia udah pernah ke Inggris,
bahkan ia tinggal disana selama 3 tahun. Aku ngiler banget pas liat
foto-fotonya yang lagi di Inggris. Mulai saat itu terpatri di benakku bahwa
suatu saat aku akan bisa menginjakkan kaki di tanah Inggris dan ngambil
gambar-gambar keren disana. Aminn.
Balik lagi ke keinginanku kuliah
di Inggris. Nah pas temenku yang ngeBBM aku itu ngajak kuliah di Inggris, aku
langsung browsing tentang kampus-kampus yang tersebar di Britania Raya itu. Ada
puluhan universitas yang ada di Inggris. Dan yang paling TOP banget itu
antaranya: Robert
Gordon, Derby, Newcastle, Northampton, Oxford, Cambridge, dll.
Oke, aku milih buat cari
informasi tentang kampus-kampus terbaik itu dulu. Dan pilihanku pertama kali
jatuh pada: Oxford.
Huaaa. Pingin nangis rasanya pas
liat web kampus Oxford. Kenapa? Soalnya buat masuk untuk menjadi mahasiswa
disana rupanya gak segampang yang dikira. Ada juga sih jalur beasiswa. Dan
itupun tesnya juga gak kalah sulit sama tes mahasiswa yang pingin masuk tanpa
beasiswa. Selain itu, biayanyapun mahal bingitss. Emang sih, kalo punya
keinginan pingin ke luar negeri minimal harus mikirin tentang biaya buat
kesana. Kalo yang ingin menetap, juga harus mikirin biaya hidup buat tinggal
disana. Dan untuk itu sebenernya aku udah mikirin dari awal. Makanya aku
browsing lagi tentang biaya hidup di Inggris. Yah, siapa tau ada yang bisa
bantu dalam mengatur uang buat tinggal disana.
Browsing, browsing, browsing.
Sebenernya banyak blog yang ngasih tau berapa tepatnya kita harus ngluarin uang
buat hidup di Inggris. Aku sih agak gak setuju sama blog-blog itu. Kenapa?
Karena usulan mereka itu bener-bener gak kuduga. Kata mereka untuk hidup di
Inggris minimal harus ngeluarin uang sebanyak £600/bulan atau Rp 8.400.000,-. Aku kan jadi
syok. Makanya kuputusin buat cari blog lain. Dan hasilnyapun sama. Astaga!
Bener-bener ya? Hidup di Inggris itu ternyata mahal bangett T.T
Aku jadi pesimis tentang
keinginanku itu. Dengan biaya yang cukup memberatkan, apa aku bisa kesana suatu
saat nanti?
Akupun kembali buka blog lain.
Untuk terakhir kalinya aku browsing tentang Inggris dan tata cara hidup disana.
Aku buka salah satu blog. Blog itu menarik perhatianku karena dia jelasin
detail banget tata cara hidup di Inggris. Aku tertarik buat menjelajah lebih
jauh postingan dia di blog itu. Dan ternyata masih ada banyak lagi postingan
dia tentang Inggris, dan itu seakan-akan dia pernah tinggal disana selama
bertahun-tahun. Akupun penasaran sama si pemilik blog. Makanya aku langsung
buka profil dia, dan ternyata…benar. Dia pernah tinggal di Inggris! Makanya dia
tahu betul apa-apa aja tentang Inggris. Termasuk tata cara dan biaya hidup di
Inggris.
Mungkin kegiatanku ini bisa dibilang
stalking. Karena aku udah cari informasi lebih jauh tentang pemilik blog itu.
Jadi ceritanya, si pemilik blog itu adalah perantau dari Indonesia yang sedang
melanjutkan kuliah di Inggris. Awalnya dia gak ada niatan pingin ke Inggris*sama kayak aku*. Tapi dia dapet beasiswa kuliah disana. Dia sempat mikir kalo
hidup di Inggris itu susah karena adat istiadatnya beda banget sama di
Indonesia. Bahkan ia sempat pesimis juga buat ngelanjutin kuliah disana*sama
kayak akuu lagi*.
Tapi pada akhirnya dia ngambil
keputusan buat pergi ke Inggris. Katanya itu adalah kesempatan bagus dan dia
harus mengambilnya. Kesempatan gak dateng dua kali kan? Sesampainya di Inggris,
dia bingung mau ngapain. Bahasa Inggrisnyapun pas-pasan. Dia jadi agak menyesal
dengan keputusannya. Tapi dia akhirnya sadar, merasa pesimis gak akan membuat masalahnya
selesai. Bahkan ia merasa terbebani dengan adanya pesimistis itu. Maka dari itu
dia harus tetap lanjut, meskipun dia sama sekali gak tahu kemana tujuan dia
selanjutnya.
Karena tekad dan usahanya untuk
bertahan, diapun berhasil melewati rintangan demi rintangan saat ia berada di
Inggris. Pada akhirnya iapun terbiasa dan mulai bisa beradaptasi dengan warga
Inggris lainnya. Masalah biaya hidup, kata dia sih emang di Inggris itu biaya
hidupnya mahal. Tapi dengan mahalnya biaya itu, dia juga mendapat manfaat lain yang
gak ia dapat di Indonesia.
Pokoknya hidup di Inggris itu
ternyata gak seribet yang dibayangin deh. Makanya yang punya keinginan pergi ke
Inggris entah mau lanjut kuliah atau tinggal disana, aku saranin sih mulai
nabung dari sekarang. Karena keinginan itu akan tercapai jika kamu mau
berkorban untuk mewujudkannya. Dan inilah kesimpulan bagi keinginanku pergi ke
Inggris. Aku harus mulai nabung, meskipun dikit-dikit.
Jadi, buang jauh-jauh deh
pesimistis dalam diri kamu! Kalau kamu ingin mencapai sesuatu, kamu gak boleh
melakukannya setengah-setengah. Ntar yang ada pencapaianmu juga bakal
setengah-setengah. Last but not least, aku cuma mau bilang, berkorbanlah
sebelum kamu mewujudkan impianmu. Jangan berhenti bermimpi! Karena mimpilah
yang akan mengubah masa depanmu!







